Jual benih padi Varietas SERTANI 13 Kab.Jember siap kirim se Indonesia

Hub.085646811154 - Ardy Wijaya (Jember-Jatim)

 photo addesign_zpsnilgpsun.gif

6 Mei 2013

Hubungan Nutrien Ca terhadap Metabolisme dan Virus



HUBUNGAN NUTRIEN (Ca) TERHADAP METABOLISME DAN PENYAKIT (VIRUS) PADA TANAMAN
Mohammad Ardli Wijaya
111510501039 / Kelas B








 
PENDAHULUAN
            Hubungan tentang fungsi nutrien dengan metabolisme dan adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) perlu diketahui dan dipahami oleh mahasiswa dengan tujuan menjadikan dasar pengabdian kepada masyarakat sebagai konsultan di bidang pertanian dan dasar penerapan di lapang serta mewujudkan penekanan penggunaan pestisida pada tanaman untuk menunjang pertanian yang berkelanjutan.

DATA
Hubungan Antar Unsur Hara Tertentu pada Tanaman dalam Proses Metabolisme
Nutrien
Hubungan
Pengaruh
N dengan K
Tanaman tidak tumbuh seimbang
K dengan P
Daun tanaman menguning
K dengan Ca
Terhambatnya pembentukan daun muda
P dengan Mg
Mg menopang P untuk pembentukan gula
Ca dengan Mg
Daun tua menguning
Sumber : Fitriyatno, dkk., 2011.
Keterangan :
> = Saling Antagonis
< = Mempengaruhi

PEMBAHASAN
            Pada tabel tersebut unsur Ca memiliki beberapa hubungan dengan unsur lain dalam metabolisme tanaman. Hal itu akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Diketahui bahwa pada tanaman unsur Ca memiliki beberapa fungsi yaitu berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif pada tanaman dan menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme. Kelebihan unsur K akan mempengaruhi serapan unsur Ca oleh akar, tanaman akan mengalami kekurangan unsur Ca karena unsur K bersifat antagonis terhadap Ca. Akibatnya dalam metabolisme, kerja Ca dalam membentuk protein menjadi terhambat sehingga tanaman menjadi terhambat pula dalam membentuk tunas muda dan tanaman menjadi kerdil.
Sebaliknya kelebihan unsur Ca juga akan membuat dampak negatif terhadap metabolisme dalam tanaman. Sifat unsur Ca yang antagonis dengan unsur Mg dan unsur K mengakibatkan terjadinya pembongkaran klorofil yang ada pada daun tua sehingga unsur Mg yang menjadi bagian dari klorofil tersebut tidak dapat di transfer ke daun muda yang ada di atasnya dan mengakibatkan terjadinya klorosis pada daun tua. Selain itu, kelebihan unsur Ca dapat menghambat kerja unsur K dalam proses metabolisme yang mengakibatkan terjadinya ketidak normalan transportasi atau translokasi karbohidrat pada tanaman karena unsur kalium diketahui dalam proses metabolisme tanaman mempunyai fungsi membantu pembentukan protein dan karbohidrat serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
Dari penjelasan di atas kelebihan Ca dapat menurunkan kadar protein, karbohidrat dan klorofil pada tanaman. Kekurangan protein akibat dan karbohidrat berarti menjadikan tanaman kurang sehat akibat pembentukan gula menjadi karbohidrat dalam tanaman menjadi terhambat serta menurunkan daya tahan tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang mendukung serta kurang tahan dalam menahan penyakit. Hal itu menjadi penyebab virus lebih mudah menginfeksi tanaman akibat daya tahan tubuh menurun serta kurang resisten terhadap serangan OPT. Karena protein dan karbohidrat adalah yang menjadi daya tahan tubuh tanaman menjadi kuat terhadap serangan virus dan OPT lainnya.

KESIMPULAN
1.  Kekurangan unsur Ca pada tanaman menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan pertumbuhan tunas muda terhambat.
2.  Kelebihan unsur Ca menyebabkan penurunan pembentukan protein dan karbohidrat dalam tanaman dan menyebabkan daun tua mengalami klorosis.
3.  Akibat kelebihan Ca menyebabkan penurunan serapan unsur K dan menyebabkan tanaman mudah terinfeksi oleh virus akibat daya tahan tubuh tanaman menurun.

DAFTAR PUSTAKA
Fitriyatno, dkk. 2011. Uji Pupuk Organik Cair dari Limbah Pasar terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L) dengan Media Hidroponik. Seminar Nasional IX FKIP Biologi: UNS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar