Jual benih padi Varietas SERTANI 13 Kab.Jember siap kirim se Indonesia

Hub.085646811154 - Ardy Wijaya (Jember-Jatim)

 photo addesign_zpsnilgpsun.gif

27 Desember 2016

Mirisnya Pertanian Indonesia

Selamat pagi, siang, petang dan malam para pembaca
Assalamu'alaikum wr, wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu

Petani...
andakah petani?
apakah anda anak petani?
ataukah punya saudara petani?
atau memang anda dan sekeluarga anda petani semua?
Jika iya, apa arti petani? petani itu apa se? terus kenapa disebut petani?
bingung kan,,gue juga bingung, cari tau aja sendiri dech semuanya itu,,,gak penting banget!!!

Begini-begini..gue nih yang nulis artikel bukan ilmiah ini, mo ngaku kalo gue ini petani,,,tapi, gue petani gak jelas,,,gak jelas kenapa ya? ya emang gak jelas..kenapa gak jelas?? YA EMANG GAK JELASSS BROOOOOOO...gak jelas karena bingung, gue ngaku petani tapi gue ditipu terus,,,
Lhoooo...siapa yang nipu???????   yang jelas tuh yang nipu bukan setan, jin, iblis, atau apalah itu sebangsanya..tapi yang nipu manusia yang dekat dengan barang-barang halus itu dech..hahahaha :) :)

Penjelasannya begini nih, mohon dipahami dan direnungi terutama anda para pembaca yang mungkin berprofesi sebagai pejabat pemegang birokrasi, kebijakan, keputusan, anggaran, serta penegak keadilan dan kebenaran. Masalah ini saya alami musim tanam ke tiga (MT III) tahun 2016. Dimulai saat saya mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui kelompok tani berupa benih padi varietas Cibogo sebanyak 10 kg. Ooohhh..iya lupa, saya kenalkan dulu identitas saya selengkap-lengkapnya :
Nama : Mohammad Ardli Wijaya
NIP : Petani bro,,bukan mafia birokrasi
Profesi : Kan udah bilang gue petani
Nama kelompok Tani : Sekar Makmur
Alamat kelompok Tani : Desa Wringinagung, Kec.Jombang, Kab.Jember JATIM
No.HP : 085646811154

Oke lanjutkan cerita, pas saya mengambil benih bantuan tersebut saya terkena biaya administrasi atau apalah itu istilahnya sebesar 25rb, dan gak ambil pusing serta ribet langsung aja gue bayar kepada ketua kelompok tani gue. Lanjut, benih langsung direndam untuk tahap pengecambahan sebelum disebar di lahan pembibitan. Singkat cerita benih ditanam dan sudah memasuki usia 45 hst (hari setelah tanam). Pada saat ini gue langsung terbengong pas jalan-jalan ke sawah di sore hari bersama Ayank yang kebetulan tonggo ndeso omahe (niat mah janjian di sawah mau so sweet so sweetan,,biar bener-bener menyatu dengan alam cinta kita..hahaha GOMBAAALL  AMOOH)...kenapa terbengong?? ...karena gue prihatin dan ngelus dada "Ya Allaaahhhh,,mafia-mafia pertanian jan JANCOOOOK TENAN..ASTAGHFIRULLAAAAHHH 1000X" (kata pak ustadz mah kalo habis berkata dan berbuat dosa harus banyak istighfar yang artinya mohon pengampunan)..Bagaimana gue tidak kesel dan marah...pada label benih padi varietas cibogo yang gue tanam tersebut adalah kelas SS (Benih Pokok) yang seharusnya menurut pengertian dan sertifikasi benih adalah benih yang berasal dari kelas FS (Benih Dasar/Foundation Seed), sedangkan benih FS adalah benih yang penanamannya harus dalam pengawasan balai pengawasan dan sertifikasi benih, yang artinya seharusnya benih yang gue tanam kelas SS tersebut aman dan steril dari varietas lain. Tapiii, kenyataan di lapangan, padi gue pertumbuhannya tidak seragam, tinggi tanamannya bergelombang dan ketika sudah memasuki pertumbuhan generatif (keluar malai) banyak tanaman yang menumbuhkan bulir padi berbulu serta berwarna hitam,,,apa gak kurangajar tuh CV atau UD yang memproduksi benih??? dan bagaimana dinas terkait dalam pengawasan benih tersebutttt? Woooyyy,,orang Dinas Pertanian, KAMU JANGAN SEENAKNYA MELOLOSKAN BENIH...ANJNG LOE, JANGAN KARENA LOE DAPAT UANG SUAP TERUS LOE SEENAKNYA MELOLOSKAN BENIH DAN MEMBERINYA SERTIFIKAT!!!! Ya allaaaahhhh...siapa di negeri ini yang kerjanya jujur???

Dari masalah tersebut selanjutnya saya menulis keluh kesah saya di website Kementerian Pertanian..dan dari laporan tersebut ternyata keluh kesah saya ditanggapi,,dan ada balasan melalui HP saya,,yang telfon adalah PPL yang bertugas di desa saya. dan apa dia bilaaaaaaaangggg??? awalnya dia banyak ngomong bla.bla.bla...terus tetep saya tentang, dan akhirnya dianya mengakhiri dengan kata "anda diberi benih murah aja cerewet" dan sambungan telpon langsung diputus olehnya...wwwwooooooowwww, gak kakean omong langsung gue telpon balik meskipun kartu gue berseberangan dengan kartu dia (akibatnya pulsa gue habis)..dan gue hanya bilang "ANJING LOE, MALING MAFIA PETANI LOE".....BENER TUH GUE BILANG SEPERTI ITU!!!

 

Pas dapat beberapa hari, saya punya temen yang kerjanya sebagai sopir truck, dan trucknya sering mengangkut gabah milik penebas padi di sawah, dan dia cerita jika gabah dari petani biasanya gak semuanya disetor ke pabrik beras atau bulog, tapi ada sebagian yang disetorkan ke perusahaan pembenihan padi bersertifikat. Akupun terbengong lagi..Haaaaaaaaaaaaa, berati selama ini perusahaan mengambil gabah dari petani untuk dikemas kembali menjadi benih dan dijual dengan harga mahal...Anjing bener tuh pengusaha. Gabah dari petani hanya dikeringkan dan dibersihkan kemudian dikemas dan dilabeli, kemudian dijual dan petani suruh membelinya kembali dengan harga 3X lipat dari harga jual petani ke penebas.....anjing, bener-bener anjing....

Itulah kenapa hasil produksi padi di Indonesia sulit untuk meningkat, karena memang salah satu penyebabnya adalah benih padi yang ditanam mempunyai kualitas yang kurang bagus akibat adanya kawin silang dan seleksi yang kurang sempurna....masalah mirisnya pertanian Indonesia kali ini hanya saya ambil dari segi benih,,belum masalah dari kelangkaan pupuk, dari mahalnya pestisida, dan lain sebagainya lah..haduuuuch, pusing kalau yang dibahas di dalamnya ternyata banyak pejabat mafia dan pejabat jadi maling..

Pesen gue, berhenti menanam benih padi bersertifikat yang diproduksi oleh perusahaan abar-abal atau perusahaan penipu yang dimiliki oleh maling-maling,,lebih baik begini aja mulai saat ini, tidak usah beli benih, padi kita sendiri aja sebagian disisihkan untuk dijadikan benih kembali..

Gue do'akan aja dech,,mudah-mudahan Indonesia cepat berswasembada pangan..amiiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar