Jual benih padi Varietas SERTANI 13 Kab.Jember siap kirim se Indonesia

Hub.085646811154 - Ardy Wijaya (Jember-Jatim)

 photo addesign_zpsnilgpsun.gif

5 Juni 2017

Pembiakan Agensia Hayati Cendawan dan Bakteri

Perbanyakan jamur Entomopatogen Cendawan Metharhizium, Beauveria Bassiana dan Trichoderma Harzianum pada media padat:

Bahan :
- Jagung pecah atau beras secukupnya
- Kantong plastik tahan panas
- Inokulum (starter) Metharhizium sp dan Beauveria sp
- Spirtus
- Alkohol 70 %

Alat :
- Kotak isolasi (incase) / Laminary air flow
- Kompor
- Panci
- Dandang
- Centong kayu
- Sendok makan
- Kipas
- Nyiru
- Jarum ose
- Lampu Bunsen

Langkah  Kerja :
Persiapan media :
- Jagung/ beras dicuci dengan air bersih dan tiriskan
- Panaskan air dalam panci sampai mendidih
- Atur nyala api (sedang), masukan jagung/ beras ke dalam panci selama 4-5 menit.
- Angkat panci, buang airnya, dan tiriskan sampai dingin
- Masukkan jagung/ beras ke dalam kantong plastik tahan panas 4 atau 5 sendok makan (± 100 gram), lalu dilipat
- Panaskan air dalam dandang sampai mendidih, masukan jagung/ beras terbungkus ke dalam dandang (dikukus) selama 2-3 jam setelah air mendidih.
- Angkat dandang dan keluarkan jagung/ beras, dinginkan simpan di tempat yang bersih.

Inokulasi isolat:
- Dilakukan dalam kotak isolasi (incase) / Laminary Air flow
- Siapkan media jagung/ beras yang telah disterilkan
- Siapkan isolat/ inokulum murni (dalam test tube)
- Dengan menggunakan jarum ose yang sudah dipanaskan di atas api Bunsen, ambil inokulum murni dalam test tube, kemudian inokulasikan ke dalam media
- Lipat mulut plastik, kemudian stepler
- Tulis nama cendawan dan tanggal perbanyakan pada plastik
- Media yang telah diinokulasi, keluarkan dari incase, selanjutnya ditata rapih pada lemari/ rak, inkubasikan selama 2-4 minggu
- Media yang sudah penuh dengan spora siap untuk diaplikasikan di lapangan.

Cara Aplikasi Metharhizium sp dan Beauveria sp hasil perbanyakan :
- Siapkan larutan semprot, dengan cara media hasil perbanyakan sebanyak 1 bungkus (± 100 gram) campurkan dengan air dan diaduk
- Saring dengan kain, masukan larutan ke dalam tangki
- Tambahkan air yang telah diberi diterjen/ sabun colek 1 sendok teh dan gula putih 1 sendok makan.
- Semprotkan sore hari (pada saat populasi hama masih rendah)
- Amati perkembangan populasi hama dan musuh alaminya

Perbanyakan Bakteri Entomopatogen Serratia Marcescens, Pseudomonas fluorescens, Corynebacterium, Trichoderma Harzianum dan Gliocladium dalam media cair

Alat dan Bahan:
1. 3 buah toples/botol yang ada tutupnya
2. 2 meter selang akuarium
3. Galon air mineral
4. Air bersih secukupnya
5. Ekstrak kentang
6. Glasswoll 7. PK (obat kulit)
8. Air pump (untuk akuarium)
9. Isolat bakteri korine (Coryne bacterium)
Gambar 1. Rancangan Instalasi Isolat

Cara Pembuatan:
1. Pasang alat-alat secara berurutan dan hubungkan dengan selang mulai dari Air pump, toples, toples, galon air mineral dan toples. Cara pemasangan selang yang benar adalah selang harus menempel rapat di toples maupun galon. Jangan sampai ada lobang udara. Selang masuk udara harus menyentuh dasar toples sedangkan selang buangan udara hanya sedikit saja masuk kedalam toples. Selang jangan sampai terhimpit dan rapat ataupun tersumbat. Agar sambungan selang dengan toples rapat gunakan lem bakar yang diteteskan pada sambungan tersebut.
2. Isi toples pertama dengan larutan PK kira-kira 3/4 tinggi toples ( 1 ujung sendok teh PK larutkan dalam satu liter air)
3. Isi toples kedua dengan glasswoll
4. Isi galon air mineral dengan ekstrak kentang
5. Kemudian masukkan larutan gula ke dalam tiap galon tersebut dan tutup dengan rapat.
6. Lalu masukkan kembali ke dalam dandang untuk di seterilisasi selama 6 jam per gallon.
7. Setelah di seterilisasi selama 6 jam, angkat gallon dan didiamkan sampai air di dalam gallon dingin.
8. Setelah dingin, masukkan isolat Bakteri ke dalam gallon.
9. Isi toples terakhir dengan air bersih
10. Tutup rapat toples-toples tersebut hingga tidak tembus udara jika perlu rapatkan dengan lakban ataupun isolasi.
11. Hubungkan air pump dengan stop kontak
12. Biarkan beberapa saat sampai ujung selang pada toples yang berisi air bersih keluar gelembungnya. Jika ujung selang tersebut belum bergelembung udara berarti masih ada sambungan yang bocor.
13. Perbaiki lagi sambungan (Instalasi) sampai benar-benar rapat (Kunci utama keberhasilan pembuatan bakteri ini ada pada cara instalasi.
14. Jika sudah benar sambungan biarkan proses pembiakan terjadi selama 20 hari.

Cara membuat ekstrak kentang sebagai media utama pembiakan sebagai berikut :
Alat dan Bahan:
1. Air bersih 20 liter
2. Kentang 6 kg
3. Gula pasir 0,5 kg
4. Kompor
5. Panci besar
6. Pisau

Cara Pembuatan:
1. Kupas kentang
2. Cuci sampai bersih
3. Potong-potong dadu dengan ukuran kira-kira 1 cm
4. Rebus sampai kentang benar-benar lunak
5. Ambil kentang yang berada dalam panci
6. Biarkan dingin, setelah dingin campurkan dan larutkan gula pasir 0,5 kg kedalam ekstrak kentang tadi.
7. Ekstrak kentang untuk pembiakan bakteri corine (Coryne bacterium) telah jadi namun sebaiknya saring dahulu sebelum digunakan.

Kegunaan :
  • Bakteri merah (BM)/ Serratia Marcescens adalah bakteri yang mampu menekan serangan hama tanaman padi, antara lain wereng batang coklat, wereng punggung putih, wereng daun hijau, ganjur, walang sangit, ulat bawang, dan kutu daun.
Gambar 2. Isolat bakteri merah
  • Bakteri corine/ Corynebacterium adalah bakteri untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri atau penyakit kresek (blast) ini dapat dikendalikan dengan bakteri Corine sp. Tampilan padi lebih sehat dan lebih subur, Jumlah anakan optimal, Pembungaan dan kematangan buah merata dan serempak, Keluar bunga relatif lebih cepat dari biasanya serta Bulir padi lebih sehat dan lebih bernas.
  • Pseudomonas fluorescens adalah bakteri yang mampu mengendalikan layu fusarium dan mampu menghasilkan senyawa dan enzin yang mampu melarukan unsur hara P dalam tanah karena adanya ikatan Fe, sehingga tanaman aman dari kahat hara P dan keracunan unsur Fe.
  • Cendawan Metarhizium, Beauveria bassiana dan Gliocladium adalah cendawan atau jamur yang mampu menginfeksi semua jenis serangga pengganggu tanaman baik yang mempunyai alat mulut pencucuk penghisap dan penggigit pengunyah. Hama yang terinfeksi cendawan ini akan ditumbuhi oleh spora jamur pada permukaan kulitnya dan menjadi mumi.
Cara Pemakaian :
Agensia hayati tersebut dapat diaplikasikan ke tanaman dengan cara disemprot dan disiramkan di sekitar tanaman. Dosis adalah 3 liter/ha. Konsentrasi larutan 5 -10 cc/liter air dengan volume semprot 500 liter/ha.


Kami menyediakan isolat & biakan siap aplikasi lapang beberapa agensia hayati antara lain: Beauveria bassiana, Metharizium, Pseudomonas Fluorescens, Serratia Marcescens, Gliocladium, Corynebacterium, Trichoderma, dll.
Bagi anda yang berminat silahkan hubungi kami di WA.085646811154 pada hari kerja Senin s/d Jum'at.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar